ASKEP MENINGITIS

ASKEP ANAK DG MENINGITIS
By. Ns. Afiyah Hidayati, S.Kep

I. BEBERAPA HAL PENTING

    ~ SSP adalah jaringan tubuh yang berdeferensiasi tinggi dan kemampuan beregerasi rendah.
    ~ SSP tidak berhubungan langsung dengan dunia luar.
    ~ Bila sudah terjadi invasi organisme, akan terjadi beberapa kesulitan, hal ini dikarenakan :
    1. Kemampuan pertahanan seluler yang minim
    2. Adanya blood brain barrier
    3. Cairan likuor merupakan media yang idel untuk berkembang biak

II. DEFINISI
­

    – Suatu inflamasi pada arachnoid dan piameter dari otak dan spinal cord (Ignatavicius : 1998).
    – Infeksi akut pada selaput meningen yang disebabkan mikroorganisme.

III. PEMBAGIAN KLINIK

    • Berdasarkan gambaran klinik likuor
    1. Meningitis purulenta
    2. Meningitis serosa
    3. Meningitis aseptika

    • Berdasarkan etiologi
    1. Bacterial meningitis
    2. Viral meningitis
    3. Fungial meningitis

IV. PATOFISIOLOGI

    Port de entry :
    – Hematogen atau limpatik : tromboplebitis dan endokarditis
    – Perkontatinium : Trauma kepala, sinusitis, Otitis media akut, mastoiditis
    – Retrograd melalui saraf perifer : rabies
    – Direct into cerebrospinal : infeksi nosokomial akibat lumbal fungsi

V. MANIFESTASI KLINIK

    ~ Gejala umum
    Pusing, pegal-pegal, mual, menggigil, muntah, kejang, thachycardia, demam, reaksi pupil menurun
    ~ Perubahan neurologi
    1. Mild lethargy
    2. Perubahan memori
    3. Perhatian yang menurun
    ~ Tanda iritasi meningen
    1. Kaku kuduk : leher kaku
    2. Kernig’s sign : positif
    3. Brudzinski sign : positif
    ~ Peningkatan TIK
    Efek dari eksudasi

VI. PEMERIKSANAAN DIAGNOSTIK

    a. Pemeriksaan cairan serebrospinal (CSF)
    b. CT Scan
    c. Kultur darah
    d. EEG
    e. Foto thorax, kepala dan vertebra

VII. PENATALAKSANAAN
­

    – Isolasi
    ­ – Observasi status neurologi
    ­ – Terapi obat : antibiotik, antiviral, anti fungi, dan manitol
    ­ – Precautions : Seizure/kejang
    ­ – Penanganan nyeri
    ­ – Pencegahan komplikasi

VIII. PENGKAJIAN DATA FOKUS

    • Data subjektif
    1. Keluhan utama
    Demam, nyeri kepala, kejang, pusing, pegal-pegal, mual, menggigil, muntah, kejang, tachycardia.
    2. Riwayat kesehatan saat ini
    Daya tahan tubuh yang kurang : istirahat yang kurang, jarang olah raga, personal hygine yang jelek
    3. Riwayat kesehatan yang lalu
    Riwayat menderita infeksi pernafasan : TBC, ISPA
    4. Lingkungan
    Sanitasi yang buruk, sering kontak dengan penderita penderita infeksi pernafasan
    • Data objektif
    1. Tanda vital : Tachichardya, suhu meningkat,
    2. Kesadaran : GCS
    3. Tanda iritasi meningeal : Kaku kuduk, Kernig’s sign (+), Brudzinski sign (+)
    4. Kelainan neurologik :parasthesia, hyperalgesia, pupil anisokor

IX. DIAGNOSA KEPERAWATAN

    ~ Gangguan perpusi jaringan otak
    ~ Gangguan rasa nyaman : nyeri
    ~ Resiko tinggi injury : terjatuh
    ~ Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
    ~ Gangguan komunikasi verbal
    ~ Perubahan sensori dan persepsi
    ~ Koping keluarga tidak efektif
    ~ Self care deficit

X. PRINSIP INTERVENSI KEPERAWATAN
­

    – Cegah injuri
    ­ – Pertahankan oksigenasi dan sirkulasi
    ­ – Observasi tanda vital dan status neurologi tiap 4 jam
    ­ – Bantu kurangi rasa nyeri
    ­ – Kolaborasi : medikamentosa
    ­ – Discharge planning : pencegahan untuk keluarga dan perawatan di rumah

2 Komentar

  1. nawalahusada said,

    14 Februari 2009 pada 9:50 am

    teruskan kreatifitasnya.

  2. 20 Februari 2009 pada 5:15 am

    Thanks yo…
    Tunggu terbitan berikutnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: